Selamat Datang di WarungBola, Agen Judi Bola Terbaik dan Terpercaya. Sebelum melakukan desposit, konfirmasi rekening tujuan Anda.

juru-selamat-real-madrid-akhirnya-telah-kembali

Juru Selamat Real Madrid Akhirnya Telah Kembali

juru-selamat-real-madrid-akhirnya-telah-kembaliwww.warungbola.com – Zidane memang terbukti menjadi sosok yang sangat dibutuhkan oleh Real Madrid, bukan hanya tentang menang dan juara, tetapi paling penting adalah stabilitas tim yang digosipkan mulai retak. Pertandingan menentukan Santiago Solari di kandang Real Valladolid terbukti tidak lagi seperti itu.

Usai berjaya di kandang Levante dengan skor 2 – 1 di pekan terakhir bulan Februari, kemenangan seolah enggan menghampiri Real Madrid pada tiga duel selanjutnya. Parahnya, ketiga laga tersebut Los Blancos harus kehilangan segalanya untuk musim ini. Tamparan paling keras diberikan Barcelona yang menang dua kali beruntun di Santiago Bernabeu. Pertama dengan skor telak 3 – 0 pada leg kedua semi-final Copa del Rey dan diikuti skor dengan 1 – 0 yang menguatkan posisi Blaugrana di puncak klasemen La Liga Spanyol.

Dan malapetaka masih belum berhenti di sana. Sejarah mencatat El Real sebagai nama besar di kancah Eropa apalagi sebelumnya mereka berhasil menguasai sepakbola Benua Biru tersebut selama tiga musim berturut-turut dengan mengantongi trofi Liga Champions ke ibu kota Spanyol.

Dengan lawan Ajax Amsterdam pada babak 16 besar Liga Champions ditambah keunggulan agregat 2 – 1, Los Merengues diunggulkan untuk lolos menuju babak perempat-final. Bahkan seorang Clarence Seedorf, gelandang legendaris Belanda menegaskan bahwa Real Madrid selalu bisa menembus final dan menjadi juara. Namun apa yang terjadi kemudian, episode memalukan lainnya menghampiri Real Madrid karena tumbang dengan skor 4 – 1 di Bernabeu. Sang juara bertahan harus tersingkir!

Rumor kemudian beredar dan hal tersebut membuat kursi Solari semakin goyah dan akan dipecat dalam waktu yang dekat namun di waktu bersamaan gosip lainnya menyebutkan duel di kandang Valladolid akan menjadi penentu masa depannya. Kita semua tahu apa yang terjadi kemudian. Real Madrid menang telak 4 – 1 namun Solari yang sebelumnya bersikeras tidak mau melepaskan jabatannya sebagai pelatih namun harus tetap ditendang Florentino Perez.

Setelah kehilangan segalanya sang presiden memutuskan untuk membawa pulang sosok yang telah mendatangkan segalanya ke Bernabeu. Satu nama legendaris yaitu Zinedine Zidane.

“Saya sangat mencintai klub ini. Untuk kembali menang, tim ini tentu membutuhkan perubahan,” buka sang legenda. Dari komentar tersebut kita bisa mengambil sebuah isyarat kuat jika Zidane bakal memiliki kekuatan penuh mengurus skuat tanpa intervensi dari pihak manapun termasuk soal siapa yang akan dijual dan bintang mana yang bakal dibawa ke Bernabeu. Ini modal nomor satu Zidane untuk mengembalikan kejayaan Real Madrid.

Untuk melihat dampak instan seperti yang diperlihatkan Ole Gunnar Solskjaer yang sukses membangkitkan Manchester United dari tidurnya mungkin menjadi sebuah harapan yang terlalu tinggi tetapi Zidane meninggalkan Real Madrid kurang dari satu tahun. Dia masih mengenal kekuatan skuat sekarang dan hanya membutuhkan sedikit sentuhan perubahan di bursa transfer musim panas mendatang.

Meskipun demikian, tidak peduli bagaimana piawainya Zidane menangani dan mengenal tim, dia pasti membutuhkan waktu dan tidak ada pilihan lain untuk manajemen klub kecuali Solari dikorbankan secepat mungkin. Para petinggi klub menyadari bahwa kerusakan pada tim sudah semakin parah namun mereka juga tahu persis kedatangan Zidane akan memunculkan gairah yang baru, semangat tinggi dan kepercayaan diri menatap masa depan dan paling penting adalah stabilitas tim.

Rumor keretakan antara manajemen tim dan para pemain langsung muncul setelah Real Madrid disingkirkan oleh Ajax. Saat itu Perez dikabarkan memasuki kamar ganti untuk meluapkan amarahnya. Sergio Ramos tidak tinggal diam, dia mulai angkat bicara membela rekan-rekannya. Mendapatkan perlawanan dari Ramos, sang presiden mengancam akan menjual sang kapten yang langsung dijawab ringan. “Bayar sekarang dan saya akan pergi,”

Hubungan manajemen dan pemain retak dan ini adalah masalah besar di tengah-tengah krisis. Real Madrid membutuhkan solusi dan tidak ada sosok lain yang dapat menyelesaikan permasalahan antara orang-orang dengan ego yang tinggi kecuali oleh orang yang pernah menghadirkan kesuksesan dan begitu dihormati di Bernabeu. Zidane memang tidak muncul begitu saja di manajemen Real Madrid yang berkaca pada keberhasilan Barcelona bersama dengan Pep Guardiola.

Memiliki legenda lapangan hijau yang sukses di sisi lapangan begitu menggoda El Real hingga Zidane secara khusus disiapkan mulai dari peran asisten manajer, manajer Castilla hingga membesut tim utama. Keputusan tersebut pada akhirnya terbayar dengan lunas. Zidane dengan kharismanya berhasil untuk memimpin kamar ganti di Bernabeu tanpa kegaduhan berarti.

Dari total 149 pertandingan di semua pertandingan, 105 diantaranya berhasil dimenangkan dengan hanya 16 kekalahan hingga berbuah gelar La Liga, Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub dan yang paling fenomenal adalah tiga trofi beruntun Liga Champions. Selama periode 878 hari Zidane di Santiago Bernabeu bergelimang pesta kemenangan dan usai menjalani periode kelam pada musim ini, Real Madrid sekarang boleh berharap untuk menikmati sederet kegembiraan di masa depan.

 

Baca Juga :

Zinedine Zidane Segera Diresmikan Real Madrid

Hazard Berhasil Selamatkan Chelsea dari Terkaman Wolves

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *